Selasa, 05 Juli 2011

Area 71, beware of the dangerous idiot #3

click to go back...

-- Another Cinderella story --

Hilmy a.k.a Coneh -- cowok aneh
This story is re-telling of the Cinderella fairy tale in modern setting, with Hilmy 'Coneh' taking role as the Cinderellboy (this is weird), Dirham 'Monti' as Coneh's only best friend as his fairy big-god-daddy (whether they really exist). Deli 'Grim' taking the role of the step mother (i believe that's true); Jusma 'Snooty' and Ulul 'swart' as the two stepsisters (they really fanged). Remember that time 'Coneh' still a boy with tight pants with neatly short-cropped hair, we will only tell  the part of his life filled up with suffering.

Di pagi yang cerah, seorang bocah berlari-lari girang ditemani burung-burung bernyanyi dan matahari tersenyum menyambut dunia baru. Namun semuanya kelam, berawan dan berangin setelah kedatangan Deli dan anak-anaknya yang manis (enak juga ya bakso mas asri kemarin?).

Deli dengan kejamnya berkata,"heh Coneh !"

Hilmy bingung. Setelah yakin yang tak ada orang di sekitarnya, ia pun menjawab,"siapa? saya?"

so creepy...
Deli pun kembali menunjukkan taring nya yang masih tersisa sedikit bangkai ayam,"iyalah, dasar Coneh--cowok aneh", sambil menjilati bibir sexy nya (udah kenyang nih, udahan ah traktiran bakso nya),"minggir lu dari jalan gue !", sambil diikuti cekikikan dua putrinya.

Hilmy yang malang (aku mulai menyukai anak ini). Ia hanya ingin menikmati pagi indah itu dengan bercengkerama dengan alam. Dalam tangisnya ia berdoa,"ya Allah, kirimkanlah aku seorang yang dapat membantu dan menghiburku saat ini".

Dan *wusssshhh

Dirham a.k.a Monti, menurutku dia lebih mirip Saykoji
Muncullah secara tiba-tiba seorang peri baik hati dan penolong, Dirham -- big-god-daddy. Hilmy pun berteriak,"please, a big-god-Zilla appears to me !". Si peri pun menjawab,"there're a little failure in ur statement. First, i'm not a big-god-Zilla, Second, i am a big-god-daddy, another fairy called me that. And the last, do you've a wish? cause i am your savior--i like to say that".

Hilmy pun girang, ia berkata,"beri aku waktu sedikit, Monti, bisakah aku memanggilmu begitu? kau begitu montok nan imut", yang disambut bibir manyun si peri.

Setelah menimbang-nimbang beberapa impian, Hilmy pun mengingat kejadian tadi pagi. Dan memutuskan sebuah permintaan yang lebih cocok disebut 'kutukan'.

mimpi buruk kaum Adam,  benar Ipul?
"ng...Monti, aku harap aku dapat menemukan cinta ku yang hilang sehingga para serigala itu tak mengejekku lagi".

Dengan sedikit ayunan tongkat ajaib, dan ditambahi bumbu debu pencabul permintaan, dirayapi bumbu saus cobek yang menggairahkan diselimuti bumbu kacang dan jadilah permintaan Hilmy. (gado-gado?)

Setelah mengabulkan permintaan Hilmy, si peri pun menghilang dalam setitik cahaya bening yang memekikkan mata. Tak sabar menunggu asap sirna, Hilmy pun menutup mata sambil berhitung. 1...2...3... !

Dan muncullah seorang putri cantik *glek.

Untuk beberapa detik Hilmy terpongah menatap pemandangan langka ini. Dan detik berikutnya kejadian tragis terjadi dimana Hilmy terkapar setelah loncat dari lantai dua gedung sekolah.

--  Tokka' Love --

Hati tergelap dalam sejarah tahun pertama...

Hari itu semuanya riang gembira, matahari berkejar-kejaran dengan awan, dan tidak jadi ulangan. Seisi kelas riuh dengan yel-yel sakral yang kami nyanyikan jika satu waktu ulangan gagal dilaksanakan.

"tidak jadi ulangan...tidak jadi ulangan...tidak jadi ulangan !!"

*kreeeek...

Pintu berderak dan dua orang yang sangat tidak kami inginkan berdiri disana muncul. Dengan tatapan tajam bak elang mencari tikus diantara ilalang, dengan gunting mengkilap yang benar-benar siap untuk membuatmu teriak.

sayang, tak ada dokumentasi penting yang selamat
dari tragedi berdarah tersebut selain ini
Mereka adalah dua dari tujuh anggota 'the magnificent seven', dan mereka yang terparah. Mr. Egghead and Mrs. Humph. Tugas mereka adalah merapikan kepala yang tak rapi. Itu mudah, jika ada yang melebihi standar kepanjangan rambut, mereka tinggal membaringkan murid dan memotong apa yang ada di ujung nya (maksudku rambut kawan).

Para cewek terlihat tenang, namun mimpi buruk bagi kaum cowok. Semuanya kocar-kacir seperti alang-alang yang didatangi mesin pemotong rumput. Ada yang melompati meja, merayap di celah kursi, dan ada yang kepalanya tersangkut jendela kelas.

Tak ada yang selamat dari kejadian tragis itu. Kelas kami benar-benar menjadi lautan rambut.

-- Duta K.B.--


salah satu slogan terbaik mereka
Mungkin kalau bukan akibat acara 'cabut-cabut-cha-cha' sewaktu MOS. Kelas kami tidak akan mendapatkan predikat sebagai 'Victor Class'. Eh ralat, 'Fiktor Class' dengan Apip dan Amir sebagai 'Duta K.B' nya.

Setiap kelas biologi pasti diwarnai kericuhan. Ketika guru dan murid genit bersatu yang menghasilkan jeritan ketakutan para gadis. Sungguh momen tak terlupakan.


-- And this how its end --

Fadil - Rehan - Ikhsan - Hilmy - Aslam- Dirham
Apip - Ilham - Gue bertumpukan bareng Amir - Nopri - arwah Aco
#tolong diabaikan