Rabu, 17 Agustus 2011

Merdeka atau tetap bermimpi !


Judulnya maksa banget, yak? Emang gitu sih kenyataannya. Kalo aja nggak ada kewajiban dan absen nggak digulir, gue gak bakalan datang upacara bendera. Apalagi sampe repot-repot nyetel channel yang nyiarin proses upacara. Gue lebih memilih tidur, bermimpi basah-basahan dan bangun ketika emang gue mau bangun. Thanks, gue emang anak yang jujur. MySpace

Jadi langsung aja, bisa dibilang gue ini anak ajaib, kenapa? Punya lubang pantat dua? Nggak lah, emang mau diapain punya dua, satu aja masih repot kok nyeboknya apalagi dua. Kecuali aja kalo tangan lu bersih.

Tangan gue bersih, kok, emang napa?

Garukin pantat gue.  MySpace

Oke, jadi ada beberapa kriteria utama, terutama cakep, pinter, gaul, gokil, bugil, dekil, tapi dalam pembahasan ini maksudnya adalah lain daripada anak lain. Aneh? Bukan, bukan aneh. Persetan dengan aneh. Maksudnya tuh, gue ditunjuk secara khusus bareng beberapa temen-temen kelasku buat ngewakilin sekolah gue ke Upacara Hari Kemerdekaan di Lapangan Karebosi.

Apakah gue seneng? Nggak lah, secara upacara disekolah tuh lebih adem, titik.


So, upacara disana tuh, garing banget. Untung aja cuaca lagi kompromi, tumben, jadi puasanya gak terlalu keganggu. Tapi gue salut ama paskibranya, kompak. Walaupun ada satu insiden yang gak bermoral banget.

Gini, pas mau masangin benderanya, salah satu anggota dari pasukan delapan kehilangan sepatunya. Apaaa? Ja--jadi, dimana sepatunya? Sepatunya tuh kesangkut di tengah lapangan, dekat komandan upacaranya, jadi gue nggak berhenti ngakak ngeliatin pengibar bendera yang ngeker dan komandan upacara yang nggak berhenti ngelirik sepatu didekatnya seolah-olah dia lg mikir,"gue tilep gak ya tuh sepatu? cocok kagak? harga jualnya berapaan yak?".


Udahan upacara, cuaca udah lupa daratan, panas banget. Mana sopir Wakil Walikota gak berhenti teriak-teriak ama mobil di depannya lagi. Seolah-olah itu bakalan bikin mobil itu bisa jalan, padahal orangnya masih gak ada, lagi kencing kali. Tapi gue turut prihatin soal paduan suaranya. Bukan, bukan karena suaranya jelek. Persetan dengan sepatu. Tapi mereka sial-banget, soalnya baru dipersilahkan nyanyi, barisan udah kelar lari-larian kesana-sini nyari celah keluar lapangan.

Get well soon, orang sial. MySpace

Gue gak mau ngebacot ama kenek angkot, jadi gue diem aja sampe dirumah. Eh, ngomong-ngomong udah pada ngeliatin google gak hari ini? Keren, Google 17. Nih, gue sedekahin.


Gue kepukul banget. Bagemana nggak, gue aja yang-asli keturunan Indo gak maksa-maksa amat buat memperingati Hari Kemerdekaan, malahan orang luar sana yang sibuk ngegobrak-gabrik gini. Sebagai anak Indonesia, gue merasa gagal.

Oh, iya Selamat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66, kalo aja Indonesia tuh orang, gue mungkin udah jadi cucunya yang durhaka.

Selasa, 16 Agustus 2011

"Always..."




Strange...
is the song in our conversation...

Walking on the edge of an empty lake, we were talkin' about something...
it was funny and it was cool, lowered down our voices...



The deer ran here and there, so do we...
woods and twigs bind us, so here we...
entangled in a bond, love...

Something that rarely happens in the forbidden forest...

We were holding our laugh, cause we know the moon was standing there.. 
with our own noise...


Tomorrow, we are separated by fate, destiny, an evil...
 


You're riding on a flying griffin...
and slashing with the sword of dreams...


and I ?

Trapped in a snake pit and learn their-fucking-language...
turn into something bad...
isolated in black pendant...


I'm very thankful we're still bound...
dreamy horizon magic together, and remake our love potion...



One day, when a poor boy hanging in a tree...
because inhumane magic, a man who called himself a man...

with the evil eye behind his glasses...

You come and defend me, but instead something wrong happens...
you forgive him...
Since then we are getting far, and far away...

You decided to fly with him...
the glasses stupid and careless...




Years of darkness and regret came...
see you laughing, joking, and love each other...
no more beautiful frame of hills...
the deer ran, and now you too...



Until an angel was born, an angel named 'son'...




Frankly, I hate myself...
trying to be happy, because of your happiness...


I hate your husband, but I love you...
i don't know what i felt to your son...
i don't have the opportunity to care for my baby Lily...
even to say it...

Then...

I lost my love to the darkness I was in...
my biggest regret, my greatest sin...
it was then I made the switch, I was a changed man...
Working against the wicked one and his evil plan...


'Death-eater'...


After a while...

"Forgive me, something bad happened to your love
and it's not my business",
I tried to convince myself...
 

but...

When I knew that my master is also looking for you, I come...
i come, Lily...

But everything is too late...
time tied me in a vacuum space...
to watching you snatched away by the darkness...


Melt into a bits of dazzle light...
realize the form of our Patronum...
 
Deer...


That was left was a 'son'...
I made a promise to protect the son with your eyes in...
I tried to protect him, Lily...
I can do no more...

These feelings will never die, after all, this time ...
'Always'...




Sabtu, 13 Agustus 2011

Biking? Monggo mas

Ini video amatiran bareng temen-temen gue pas biking ke desa Moncongloe, kabupaten Maros, kalo gak salah pas lagi nungguin pengumuman hasil Ujian Nasional (udah lama banget yak?), enjoy it MySpace !!


Yang ini awal kesesatan kami, awalnya sih mau ngelanjutin perjalanan kayak pas bikech to beach. Tapi kayaknya gak asyik deh kalo bikingnya ke kota mulu, jadi kita milih pergi ke tempat yang baru,eh kesasar sampe Moncongloe.


Oh iya lupa, sekalian aja gue promosiin temen gue, Al-Amir Rafsanjani (jumper hitam, movie-holic alias pecandu film blue). Multi-talented, bisa diapain aja, calon wartawan majalah dewasa.

Next, ada si bule gila, Hilmy Arief Baja (outfit narapidana). Jenius, berkeingin-tahuan yang tinggi, tapi sampe sekarang mau aja disesatin ama gue.


Paling besar dan berkuasa, Andi Dirham Nasruddin (jaket abu-abu ekstra melar). Lebih bule dan lebih gila daripada si Hilmy, pekerja keras, dan kawan yang setia. Awas, makanan apa aja diembat.

Sebaliknya, paling kering dan melarat, Dadang Wardana Mas Bakar (jaket abu-abu ekstra sempit, agen promosi iklan koperasi). Jail, gokil, bugil, bengil, plus dekil. Entah mimpi buruk apa yang membuatnya rela memasuki komunitas ini.


Sang kegelapan, Abdurrahman Shiddiq Thaha (kacamata, jaket putih coret-coretan gak jelas). Walaupun covernya gelap, gue tahu kalo dia orang yang baik-baik.

Kaki tangan sang iblis, temennya si Aco, waduh gue lupa namanya (jaket merah kecil mungil unyu mmuah). Anak yang baik, lugu, dan gampang banget ditipuin. Salah satu korban perjalanan. Rest in peace, bro.


Gue pikir udah semua, jadi gue mau jujur tujuan awal perjalanan adalah mencari akhir dari Btp alias ujung-ujungnya. Perjalanan cukup mulus awalnya. Lewat Btp terus ke perempatan daya, ada jalan misterius, dicekidotin aja, malah nembus ke desa, menembus batas.

Jalannya gak kompromi, beberapa korban berjatuhan, terutama Hilmy yang emang sial-banget hari itu. Gue sempet take beberapa foto, tapi hasilnya ancur banget, suram, cocok banget dengan objeknya.

Pas lagi laper-lapernya, kita cekidot asal-asalan malah nyampe ke padang merah kering nan eksotik, Red Canyon. Dehidrasi melanda, beberapa anak gila ini bahkan-sempat bermain pasir.

Nyari tempat minum, malah dapet mata air mistis. Beberapa temen gue sempet terisap, dan banyak sendal yang jadi korban. Untungnya gak ada yang sempet kencing sembarangan.

Menyerah dengan keadaan, kami memilih kembali ke Btp dan mencari tempat pas-murah bin mantap buat makan sarapan. Sampe deh ke rumah Dora.


Udah makan, walaupun beberapa piring nyaris ketelan, kami memutuskan pulang. Cerita berakhir dengan bahagia mengetahui ban sepeda kami melimbas bebarapa kotoran sapi.