Jumat, 02 Desember 2011

Megananda Septianto

Mengawali harinya sebagai manusia darah campuran Bugis-Jawa pada tanggal 22 September 1996, di sela-sela ilalalang dan padi di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dari rahim seorang ibu, Heli yang ditemani sang suami, Lulus Karsono. Pria humoris ini menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dengan diasuh oleh nenek di kampung, sebelum akhirnya hijrah ke Makassar untuk bersatu kembali dengan kedua orangtua dan adik perempuannya.

Selalu berusaha menjadi manusia pembelajar dan tak pernah berhenti untuk berkawan dengan buku dan pena sejak memulai riwayat pendidikannya dengan memasuki Taman Kanak-Kanak Cahaya Ilmu Sidrap, lalu SD Inp. Paccerakkang Makassar, naik tingkatan menuju SMP Negeri 12 Makassar, dan sedang belajar mati-matian agar cukup layak disebut manusia di SMA Negeri 1 Makassar.

Pria yang terkenal sangat kritis ini mempunyai hobi membaca buku, nyanyi, joget, bermain futsal, dan ngaskus. Selain itu, ia juga hobi bermain airsoftgun, trade dueling card, dan blogging. Mempunyai sifat dominan karnivora yang sangat membenci sayuran, telur, ikan, dan seafood lainnya.

Selain itu, pria ini juga seorang yang sangat aktif dalam berorganisasi. Tercatat ia termasuk anggota grup vokal kawakan Trio OVD, Kaskuser Makassar, Kancut Keblenger, Drama musikal, Pasukan pengibar bendera (Paskib), dan Karya Ilmiah Remaja (KIR).


Orang hebat adalah orang yang mengidolakan orang yang hebatAde Wibowo”. Demikian kata mutiara tersebut terjadi pula pria ini yang mengidolakan kiper utama klub Chelsea, Peter Cech dan vokalis band Queen, Freddy Mercury.

 

Walaupun merasa tidak romantis dan mempunyai catatan sejarah kisah cinta yang selalu berakhir tragis dan menyeramkan, setelah ditolak diberbagai genre kisah cinta sebelumya, akhirnya pria yang juga jago baca puisi ini dapat merajut kisah cintanya sendiri setelah cukup depresi malang melintang mencari cinta.


Pria yang imut ini mempunyai cita-cita menjadi seorang pakar telematika dan psikiater. Dan sepertinya hal tersebut bukan merupakan hal yang sulit, mengingat semua prestasi hebat yang telah diraih oleh jagoan Kimia ini. 

Sebagian kecil prestasinya adalah juara 3 pada lomba model busana muslim dan juara 2 lomba lagu daerah saat ia berusia 6 tahun, juara umum lomba tusuk botol pada usia 9 tahun, juara 1 lomba “British Fair” saat duduk di bangku Smp kelas 2 dan yang terakhir turut berperan dalam menyabet juara 1 pada lomba baris-berbaris Smada competition.

 

Demikianlah sebuah bingkai sederhana mengenai seorang pria yang hidup berdasarkan cinta dari orang yang tersayang dan kaskus, hidup dengan membayangkan dirinya sebagai Roy Suryo, dan berbagai prestasi yang didukung kemampuan melamun yang hebat. (*)