Sabtu, 30 April 2011

Bikech to Beach

always open your eyes to all possibilities, trying to explore a place full of mysteries, and meet new faces..

darah petualang merayap di pembuluh darah kami, seluruh tubuh kami adalah mesin mekanis dengan rasa keingin-tahuan yang tinggi, dan insting adalah satu-satunya kompas kami...

Here they're : Dirham - Acot - Ipul - Hilmy - Rapip - Sadiq - Amir - Juan - Acom - Aslam  


Tabuh berbunyi, hemparkan alam sunyi...Berkumandang suara adzan...
Berkumpul di salah satu pusat fashion di ujung negeri Ayam (re: Pasar Mode), sekumpulan anak terlihat suntuk. Mungkin setengah arwahnya masih tertinggal di dunia sana.

Menerobos kabut tipis dengan mulut yang masih berliur, membelah ufuk timur, dan mendahului kedatangan sang mentari pagi. Mengikuti arah ular hitam, sekumpulan cicunyuk ini berkuda menuju daerah paling menjorok di negeri Ayam, Pantai Losari.

Ribuan kilo jalan yang ditempuh, melewati aspal, arang, batu, dan tai kucing. Sekumpulan penunggang yang belum mandi ini akhirnya sampai di Bukit Melayang (re: Fly-Over), yang terkenal sudah merenggut beberapa jiwa. Dengan perasaan takut yang berbuncah dengan keringat, para ksatria ini mengambil resiko dan ternyata selamat melewati bukit tersebut.

Perjalanan suci diteruskan..

Setelah berkali-kali tak terhitung jari berkeliling tanpa kompas, akhirnya mereka sampai di tujuan. Tanpa basa-basi mereka langsung masuk dan melihat ke sekeliling. Terlihat beberapa penunggang juga, namun dimanakah penunggu pantai ini? Kami pun turun dan menikmati karunia Tuhan yang Kuasa, dan beberapa kali melukiskan wajah kami di sebuah kamera. Setelah itu sang penunggu datang dan kami buru-buru pergi.


Kelaparan melanda penunggang tersebut, akhirnya mereka memutuskan mencari sarapan. Maklum ini merupakan perjalanan tanpa bekal. Ada yang memilih makan Campuran gak jelas (re: Gado-gado), Nasi Thai (re: Nasi kuning), dan Comberan putih tak berwarna (re: Bubur ayam). Setelah bahan bakar mesin bertenaga manusia tersebut sudah cukup, mereka menueruskan perjalanan mencari artefak yang hilang. Di sebuah benteng tak berpenghuni, Benteng Putih Telur. (re: Fort Rotterdam)

Setelah mengelabui sang penjaga gerbang, mereka memasuki benteng berdebu itu dengan antusias. Dan memarkir kuda mereka di tempat tempat tersembunyi, agar pelarian jadi lebih cepat. (lihat gambar)


Mereka mencari kemana-mana, ke tower..


ke lorong gelap tak berpenghuni..


ke kandang kuda hitam..


bahkan karena tak menemukan toilet, mereka memilih kencing dengan cara klasik..


Setelah tak mendapat apapun, mereka memutuskan berkujung ke Museum I La Gigolo (ralat: Museum I La Galigo). Awal masuk, mereka disambut dengan penduduk lokal yan ramah. Bahkan beberapa sempat berpose.

(mirip bukan?)
 Mereka pun menelusuri dan berpencar mencari artefak tersebut..




obsesi jadi barang musaeum

bahkan samai ke bagian terkecilnya...


Nahas, tak satupun dari mereka yang menemukannya. Mentari mulai berkuasa, mereka memilih hengkang dari benteng terkutuk itu. Dan beginilah suasana di parkiran...


Kecewa karena tak menemukan artefak tersebut, mereka berencana menuju negeri orang mati (re: Makam Pahlawan). Beberapa tampak kecewa dan memilih mengacaukan lalu lintas darat...





dan puncaknya di lampu merah, dan membuat kesal para supir truk busuk...


Beberapa hari perjalanan, mereka pun sampai di negeri orang mati. Bukan untuk mati, melainkan mencari hidangan es mabuk (re: es teler) khas mayat erotis. Ditemani merpati surga dan ribuan arwah gentayangan, mereka pun makan dgn lahap. Dan pulang...


Namun tak ditengah jalanan salah satu kuda ksatria terluka, dan disinilah para ksatria sadar. Bahwa inti dari perjalanan ini adalah SOLIDARITAS :)











Kamis, 07 April 2011

Heart-attack and Love-rectangle


Aku terbaring lesu, disampingku duduk seorang lelaki paruh baya yang sedang menangis, yang entah bagaimana kutahu itu ayahku. Kasur dan ayahku meleleh, bumi mengisapku ke dalamnya dan tiba-tiba aku berada di rumah sakit, ya aku tahu itu karena aku tepat berada di ruang yang bertuliskan ICU. Kemudian aku melihat 3 orang di sudut ruangan. Seorang dokter, suster, dan satunya lagi pacarku, Nagasayang.

Aku berdiri dan menghampiri mereka, mereka sedang membicarakan sesuatu tentang...serangan jantung, sementara pacarku menangis tersedu-sedu. Aku pun bertanya, apa yang mereka bicarakan? Tapi, aku sama sekali tak digubris, seolah-olah aku tidak berada di tempat itu. Aku membelai pacarku dan...tanganku tembus tepat melalui dadanya. Otakku berpikir keras berusaha menafsirkan keadaan yang ada, dan hasilnya...aku sadar sudah mati dan ternyata yang mereka bicarakan adalah aku, yang terkena serangan jantung stadium akhir...aku hanya terhenyak memandang jasadku yang tersenyum.

Semuanya gelap, dan aku berada di ruang makanku, sedang menyantap secara paksa nasi goreng buatan ibuku. Tiba-tiba HP ku bergetar, sms dari JellyBoy. "kutahu kau mencintainya, aku mencintai dirimu dan pacarnya, dan dia mencintai dirimu dan pacarnya, Sadiq kita dalam situasi yang sangat membingungkan, bung ! f.a".

Aku bingung apa yang akan aku lakukan, mungkin dia masih berpikir aku masih mencintai Evergreen-nya, tapi apakah dia serius soal "aku mencintai dirimu dan pacarnya"? Aneh...aku berlari menuju ke sekolah, sebuah mobil SUV warna biru menabrakku dan aku pingsan...

Then, I woke up...thanks to my damn alarm clock !


Ulangan UAS hari ini cukup mudah, berkat bantuan Long-Hand, Catty, Brilliant Glasses, dan Run-devil. Thanks, guys ! Solidaritas adalah motto kita, haha.


Pulangnya tiba-tiba hujan, aku, Nagasayang, Crazzy-Froggy, Funny Ray, Coken, dan Boy Genius duduk di koridor sambil bermain joker. But, tiba-tiba kepalaku sakit dan pikiranku kacau, aku menggertak pacarku, (im so sorry) dan pulang...


Kini ku terhenyak, menyadari kesalahanku, dan satu-satunya yang ingin kulakukan sekarang adalah TIDUR dan MEMINTA MAAF pada pacarku...im sorry, sayangkayumanis...



Selasa, 05 April 2011

looks ! i'm a dreamer !

dreaming...that's why I so like right now,  sometimes I dreamed of adventure in the Pacific ocean floor, with riding a great white shark look for treasure ... a world without borders ! or dream being a hero, not a superhero kocak .. I mean a real superhero with a transparent view :p , the laser beam, can elongate hands, pulled out a fire or something cool, or at least can fly :D
but I hate when I started dreaming about bad things, i call it "lucid dream"...all feel real and makes me scared, i'm afraid it's really happening, and of course...i can't do anything :D  don't want to tell you a lot about this ...

yeah, it's just like John Lennon's song, "you may say I'm a dreamer. But I'm not the only one". or Andrea Hirata in his novel, Sang Pemimpi, "bermimpilah...maka Tuhan akan memeluk mimpimu !" at last, it's free, huh? there's nothing wrong to dream, right? i think everyone needs it...

free counters