Minggu, 05 Juni 2011

'C'

Cinta...

Apakah kau berasal dari cairan racun merah muda dari dalam hatiku? Yang hanya akan puas jika engkau memilikinya hanya untukmu sendiri? Puaskah?

Atau justru sebuah stimuli yang mengalir melalui dendrit otak sebagai buah pemikiran yang pendek? Dan ketika suatu saat di benakmu muncul yang lain, akankah kau melupakan dan memikirkan yang lain?

Ataukah hanya suatu tekanan darah yang mengalirkan nafsu sesaat? Lalu dimanakah akhirnya? Diatas ranjang kah?

Aku hanya menatap kekosongan, apakah kau ada diantara mereka atau tidak satupun?

Yang aku tahu kau bagaikan intan biru langit yang sangat mempesona

Yang karena pesonanya bahkan bisa merusak persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan

Aku ingin melupakan Cinta...

Sejak saat itu

Sejak ketakutan merambati setiap nafas yang kuhirup, ketakutan akan kehilangan intan biru langit-ku akan direnggut oleh orang lain

Oleh sahabat, teman, apalagi orang yang tak kukenal
Aku sering marah dan tak terkendali ketika perhiasanku di colek dan dilirik oleh orang lain, yang membuat hubunganku dengan sahabat dan orang lain menjadi pupus

Sehingga aku menyimpannya di kotak pengap untuk diriku seorang

Ketika aku merindukannya, dia akan selalu ada di kotakku, mendengarkan ceritaku, tertawa, dan akan kupeluk selalu

Tapi semuanya berubah ketka aku mendapatinya mulai berkarat dan berdebu, ketika aku mulai jarang menemuinya

Tapi aku takut untuk membawanya, takut akan dilirik oleh orang lain

Aku memilih untuk melepasnya, berharap dia bisa merona diantara semua perhiasan, bahkan paling mempesona

Sehinga dia akan mendapatkan orang yang tepat untuknya

Lalu

Lucunya
Begitu sulit untuk melupakanmu

Sesulit dengan menari hubungan
Antara 'Love'-'Fuck'
Dan aku menemukan huruf 'C'
Yang lagi-lagi menuntunku

Padamu Cinta...

Aku teringat disaat kita tertawa dan menangis bersama
Menghadapi dunia dengan kata Cinta...

Menari di tengah ilalang kehidupan
Dan kau selalu memastikan setiap langkah yang kuambil
Seirama dengan langkahmu

Bernyanyi nada-nada cinta
Menantang riuh suara ejekan
Celaan yang datang menerjang
Kita

Kau selalu menyuguhkan senyuman hangat sebagai sarapanku
Bisikan lembut menyiur melambai
Dan pelukan yang selalu bisa menutup luka ku

Lalu bagaimana aku menyembuhkan luka ini?

Luka yang tak juga mengering
Aku tak ingin membebani perasaanku lagi dengan Cinta... 

Maaf
Bukannya aku membenci mu
Cinta...

Hanya saja

Aku takut berharap yang tak pasti
Lebih baik aku sendiri
Berharap esok aku menemukan mereka
Kehidupan behagia dan masa depan indah

Daripada harus berharap dan terluka

0 komentar:

Posting Komentar