Kamis, 01 Maret 2012

Annivailed

Hari ini gue seneng banget. Semua orang seakan senang dalam perayaan hari ini. Gue gembira, temen-temen gue gak berhenti mengucapkan selamat dan gue gak berhenti ketawa. Gue merasa seakan hari ini sekolah libur khusus buat gue, dalam artian anak-anak lain belajar dan gue molor. semuanya baik, normal sekali.

Pulang sekolah, gue dijemput supir gue pake pete-pete. Temen-temen yang tadi ngucapin selamat ke gue buat hari ini gue ajak naik juga, kasihan mereka gak pernah naik pete-pete. Mereka sangat berterima kasih, lagi-lagi mereka ngucapin selamat sampai gue hampir nangis karena gembiranya, semuanya baik, normal sekali.

Pas masuk di perumahan tempat gue tinggal. Gue ketemu sama adik-adik kelas gue di smp dulu dan mereka juga mengucapkan selamat, gue sayang ama mereka. Mereka masih unyu dan gue merasa mereka harus turut bahagia hari ini. Jadi gue traktir mereka makan bakso, gue makan baksonya mereka makan tusuknya, semuanya baik, normal sekali.

Sampai di rumah, gue jadi inget tahun-tahun yang lalu. Dimana gue juga pernah merayakan hari spesial ini. Dulu, waktu gue punya pacar.

Gue suka semua hal yang ada pada pacar gue yang dulu ini. Begitu banyak cerita yang gue lalui bersama beliau.

Gue ingat pas pertama gue jadian, hari itu adalah hari ini namun perayaannya berbeda. Saat itu orang-orang lagi merayakan hari kelahiran dia, Maulid. So, udah jelas kan kenapa nama belakangnya 'Maulidya'?

Oke, cara gue nembak dia sangat absurd.

Dia memperhatikan ustad, gue memperhatikan dia >> dia ngeluh tentang ceramah, gue berbisik tentang cinta >> dia ngangguk tanda terima, gue ngangguk tanda gak ngerti >> dia bisik cinta, gue malah ngeluh tentang ceramah >> dia memperhatikan gue, gue malah memperhatikan ustad. #krik

Dalam prosesi selanjutnya, pacaran kami sangat fantastis. Berbeda dengan anak baru pacaran lainnya, kami sangat akrab dan orang lain pasti berpikir kami bersaudara. Kami sering menghabiskan waktu bertiga. Gue, dia, dan setan yang selalu gagal menggoda kami untuk melakukan hal yang enggak-enggak.


Masa awal pacaran kami sangat indah. Layaknya remaja ababil yang normal, kami sering main persamaan dan perbedaan.

Dalam logika matematika, jika kami menemukan suatu kesamaan antarsatu sama lain, maka akan timbul pernyataan 'Kita sama, maka kita adalah jodoh'. Dan ingkarannya, jika kami menemukan banyak perbedaan, maka akan timbul pernyataan 'Perbedaan dan tidak sama lah yang membuat kita saling melengkapi'.

Kesimpulannya, apapun yang kami temukan baik itu kesamaan maupun perbedaan maka hasilnya tetap saja saling mencocokkan satu sama lain. Begitulah, gue bersyukur gue udah dewasa dan melewati fase alay ini.

Salah satu dari banyak persamaan semu yang kami temukan adalah kami jarang sarapan di rumah. Sebagai pasangan yang selalu sibuk smsan sampai begadang, kami tentu gak akan sempat bangun tepat waktu untuk sarapan. Jadi kami selalu sarapan di kantin sekolah, tiap pagi, bertiga bersama tante kantin.

Dan salah satu dari perbedaan jelas kami adalah gue suka membaca novel dan dia seneng ngembek kalo gue lagi membaca. Sampai sekarang gue masih bingung, kenapa ya cewek-cewek sering cemburu dengan benda-benda mati? Semacam buku, futsal, game, dan lain-sebagainya.

Namun yang akhirnya gue mengerti adalah mereka butuh perhatian, sepenuhnya dan hal itulah yang berusaha gue lakukan. Gue selalu berusaha perhatian buat dia. Walaupun gue tau perhatian gue gak akan pernah cukup dibandingkan perhatiannya.

Semakin lama, kami semakin tak terpisahkan. Begitu banyak problematika yang menguji hubungan kami, mulai dari munculnya rasa cemburu dan posesif yang tinggi, gosip yang miring, sampai yang paling serius kami pernah di fitnah dan berurusan dengan guru.

Gue gak akan pernah lupa dengan peristiwa itu. Saat-saat dimana gue sama doi disidang, walaupun tersudutkan dan dikepung tatapan guru yang dingin kami tetap berpegangan tangan. Saling menenangkan dan membela satu sama lain hingga masalah selesai dan guru tersebut meminta maaf.

Cinta, itu yang membuat kami tetap bertahan. Dan apakah yang akhirnya membuat kami berpisah? Waktu kah?

Begitu banyak cerita yang ingin gue ceritakan, semua yang terjadi kemarin akankah terulang hari ini. Namun sayang, hari ini hanya terdiri dari 24 jam yang gak akan pernah cukup menceritakan semuanya. Biarkan aku tetap bercerita tentang kenangan, biarkan kenangan tetap bersemayam dalam hati. Walaupun mungkin besok gue akan mencari cerita baru, memulai halaman baru tanpa namanya.


Oh iya, hari ini masih hari Kamis tanggal 1 Maret 2012, hari Kamis yang baik, dan normal sekali. Dan perlu kalian tahu, gue seneng banget semua orang merayakan hari "HAPPY *failed* ANNIVERSARY" ini. Selamat malam.

1 komentar:

rafsanjanii mengatakan...

like it :D gua suka pas foto tang pegangan tangan tuh.. setannya jelas banget yah di tengah ? :D

Posting Komentar