Tampilkan postingan dengan label there are things far too dark to comprehend sleep...especially dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label there are things far too dark to comprehend sleep...especially dream. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Hilang, yang berarti nggak kemana-mana

Aku sudah tiga kali menyaksikan teman-temanku kehilangan sosok orangtua, ini berarti tiga kali lebih banyak dari yang nggak pernah kuinginkan...

Innalillahi Wainnailaihi Rojiun...

Beberapa hari yang lalu, seorang ayah telah meninggalkan dunia. Ayahanda dari seorang kawan baik, ceria, suka menolong, dan sparring partner yang sportif.

Tadi pagi,seorang ibu juga meninggalkan anaknya. Seorang anak yang ceria, riang, dan gembira. Setia kawan dan senantiasa bersedia merangkai mimpi bersamaku. 

Sayup-sayup buah bibir pun bertebaran. Manusia selalu saja berkata:

"Ia mati karena stroke..."

"Ia mati karena kanker..."

"Ia mati karena... ya memang..." (jawaban tukang becak) dll, sebagainya...

Namun sebenarnya, manusia itu mati karena ia telah dilahirkan. Jika saja ia tidak dilahirkan, ia nggak mungkin mati.

Namun dilahirkan bukanlah sebuah pilihan, melainkan takdir yang telah diatur. Begitu juga kematian, sehingga mereka bersama-sama membangun sebuah siklus yang tak pernah berhenti hingga hari akhir.

Dipindahkan, dihilangkan, yang berarti gak kemana-mana. "mereka yang kita sayangi akan selalu ada disini, di dalam hati kita.", begitu kata Sirius Black.

Semoga almarhum ayahanda Mono dan Ibunda Al-Amir Rafsanjani dapat diterima disisi-Nya dengan baik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, serta rezeki yang banyak. Amin.

sabar, kawan...

Sabtu, 04 Juni 2011

Oldiesnight

"semoga mawar kembali tegar dan segera kembali segar"
Aku memperhatikan seorang pria terduduk di halte tua

Memangku mawar penuh duri

Dia melebarkan sayap-sayap senyumnya

Namun, kemudian senyum itu terbang

Menyisakan seurat nadi yang dalam

Terbayang seorang gadis mungil yang sangat di cintainya


Ia sangat ingin memiliki gadis itu sepenuhnya
Namun, gadis itu terlalu rapuh

Seperti mawar hitam layu di pangkuannya
Yang akan patah dan menyisakan darah
Ketika genggaman erat menyetubuhinya

Namun angin akan membawanya terbang
Ketika tak satupun jari melingkari batangnya

Ia kemudian berdiri

Lalu kereta angin dikayuhnya kencang
Seirama dengan denyut jantung yang berdegup kencang
Atau hati kah itu?


Tak sempat saya tanyakan
"Ada yang bisa saya bantu, Diriku yang satu lagi?"

Dan..
Sebuah mobil trailer besar menghampiri...Diriku yang satu lagi
Berwarna merah berapi-api
Tanpa cacat
Mengkilat dan penuh pesona
Dan bertuliskan, "Cinta"

Berdasi lagi berbaju hitam kosong
Dan...tanpa disapa
Kematian menghampirinya
Sang pencabut nyawa tertawa, dan mengangguk
Walaupun tak tahu nama...Diriku yang satu lagi


Tubuh tak bernyawa
Jemarinya bergerak
Meraih bunga hitam tanpa harapan


Ditanamnya bunga itu
Berharap di suatu hari
Bunga itu akan mekar kembali


Sebagai bunga mawar merah penuh harapan


Sayap-sayap senyumnya melebar
Dan kemudian terbang lagi bersama genggaman kematian

Kamis, 07 April 2011

Heart-attack and Love-rectangle


Aku terbaring lesu, disampingku duduk seorang lelaki paruh baya yang sedang menangis, yang entah bagaimana kutahu itu ayahku. Kasur dan ayahku meleleh, bumi mengisapku ke dalamnya dan tiba-tiba aku berada di rumah sakit, ya aku tahu itu karena aku tepat berada di ruang yang bertuliskan ICU. Kemudian aku melihat 3 orang di sudut ruangan. Seorang dokter, suster, dan satunya lagi pacarku, Nagasayang.

Aku berdiri dan menghampiri mereka, mereka sedang membicarakan sesuatu tentang...serangan jantung, sementara pacarku menangis tersedu-sedu. Aku pun bertanya, apa yang mereka bicarakan? Tapi, aku sama sekali tak digubris, seolah-olah aku tidak berada di tempat itu. Aku membelai pacarku dan...tanganku tembus tepat melalui dadanya. Otakku berpikir keras berusaha menafsirkan keadaan yang ada, dan hasilnya...aku sadar sudah mati dan ternyata yang mereka bicarakan adalah aku, yang terkena serangan jantung stadium akhir...aku hanya terhenyak memandang jasadku yang tersenyum.

Semuanya gelap, dan aku berada di ruang makanku, sedang menyantap secara paksa nasi goreng buatan ibuku. Tiba-tiba HP ku bergetar, sms dari JellyBoy. "kutahu kau mencintainya, aku mencintai dirimu dan pacarnya, dan dia mencintai dirimu dan pacarnya, Sadiq kita dalam situasi yang sangat membingungkan, bung ! f.a".

Aku bingung apa yang akan aku lakukan, mungkin dia masih berpikir aku masih mencintai Evergreen-nya, tapi apakah dia serius soal "aku mencintai dirimu dan pacarnya"? Aneh...aku berlari menuju ke sekolah, sebuah mobil SUV warna biru menabrakku dan aku pingsan...

Then, I woke up...thanks to my damn alarm clock !


Ulangan UAS hari ini cukup mudah, berkat bantuan Long-Hand, Catty, Brilliant Glasses, dan Run-devil. Thanks, guys ! Solidaritas adalah motto kita, haha.


Pulangnya tiba-tiba hujan, aku, Nagasayang, Crazzy-Froggy, Funny Ray, Coken, dan Boy Genius duduk di koridor sambil bermain joker. But, tiba-tiba kepalaku sakit dan pikiranku kacau, aku menggertak pacarku, (im so sorry) dan pulang...


Kini ku terhenyak, menyadari kesalahanku, dan satu-satunya yang ingin kulakukan sekarang adalah TIDUR dan MEMINTA MAAF pada pacarku...im sorry, sayangkayumanis...



free counters